Tentang Tes HIV

Selama tahun 2016, sebanyak 26,099 orang laki-laki di Indonesia didiagnosa terinfeksi HIV. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,063 orang atau 50% diantaranya adalah lelaki yang berhubungan seks dengan sesama lelaki (LSL). Di Yogyakarta, dari semua LSL yang melakukan tes HIV di sepanjang awal tahun 2017, sekitar 18% diantaranya positif HIV.

Cari tahu di sini tentang di mana kamu bisa melakukan tes HIV, apa yang akan kamu alami saat dan sesudah melakukan tes, dan daftarkan diri kamu untuk menggunakan fasilitas reminder (pengingat) otomatis jadwal tes HIV kamu.

Tes HIV dilakukan secara cepat dan sangat mudah. Dengan memilih salah satu klinik di layanan-layanan yang terkenal ramah buat kita di bawah ini, kamu dapat melakukan tes HIV secara gratis dengan hasil yang dijamin kerahasiaannya. Tersedia juga info tentang PEP, pengobatan profilaksis jangka pendek untuk mengurangi kemungkinan infeksi HIV setelah melakukan/mengalami tindakan berisiko, dan juga info tentang PrEP.


To see all of the clinics, use the map control “+” and "-" to zoom in and out.

Tes HIV bersifat rahasia, dan tidak ribet prosesnya kalau kamu mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Meregistrasikan Diri dan Mendapatkan Konseling Pra Tes

  • Menerima dan melengkapi formulir informed consent dari respsionis atau petugas admin klinik
  • Begitu giliran kamu tiba, perawat atau konselor akan memanggil kamu dengan nomor antrian dan menjelaskan tentang proses tes beserta kemungkinan dan arti hasil tes.

2. Diambil Sampel Darah
Seorang konselor akan mengambil darah dari salah satu jari kamu, atau seorang perawat atau petugas lab akan mengambil daril dari lengan bawah kamu, kemudian menandai sampel tersebut dengan label kode pengenal dan nama kamu. Hasil tes umumnya hanya sekitar 20 menit (bervariasi pada setiap klinik).

3. Menerima Konseling Pasca Tes dan Menerima Hasil
The nurse or counselor calls you back into the private counseling room and shares your results. There are two possible test outcomes:

  1. Positif (Reaktif)
  2. Negatif (Non Reaktif)

Prosedur standar pengambilan tes HIV memerlukan dua sampai tiga alat tes dengan metode yang berbeda untuk menguji satu sampel darah yang sama. Menurut protokol, jika tes pertama memberikan hasil reaktif, darah yang sama dites lagi pada kedua dan ketiga kalinya. Status 'POSITIF' hanya dapat dinyatakan saat ketiga tes tersebut reaktif.

Jika hasil tes kamu 'POSITIF', jangan panik. Ada banyak orang yang HIV positif tetap dapat hidup sehat, bahagia, dan berumur panjang dengan mengikuti terapi ARV dan menerapkan perilaku seks aman. Selain itu, ada berbagai dukungan yang tersedia buat kamu.

Kamu akan menerima konseling tentang bagaimana cara umenjaga kesehatan diri sendiri dan orang yang kamu cintai. Ingat, virus HIV penularannya TIDAK semudah seperti banyak virus lainnya. TIDAK DAPAT ditularkan melalui makanan, minuman, air liur, nyamuk, ciuman, pelukan, atau sentuhan. Namun, kamu HARUS menjauhkan diri dari perilaku seks yang tidak berpelindung. Ini akan membantu kamu untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual lainnya dan mencegah penyebaran HIV ke pasangan seks kamu. Kamu masih bisa berhubungan seks asal dipastikan tapi harus secara aman.

Perawat atau staf klinik mungkin akan meminta kamu untuk mencoba menghubungi orang-orang yang pernah berhubungan seks dengan kamu dalam enam bulan terakhir. Hal ini penting karena kamu mungkin saja telah menularkan HIV ke mereka ataupun mungkin juga orang yang berhubungan terakhir dengan kamu yang menularkan HIV kepada kamu. Kamu perlu mendorong mereka untuk memeriksakan status HIV mereka sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah infeksi HIV lebih lanjut.

INGAT!

Kamu tidak perlu melalui keadaan ini sendirian. Kalau perlu, kamu boleh membuka status HIV kamu kepada salah satu atau beberapa teman dekat kamu sebelum memberi tahu keluarga kamu. Membuka atau tidak status HIV kamu kepada orang lain adalah hak kamu sepenuhnya. Tapi, penting buat kamu untuk bisa berbicara dengan seseorang tentang hal ini. Mengabaikan status HIV-positif tidak akan membuat keadaan jadi lebih baik.

Jika kamu merasa belum bisa atau tidak ingin memberi tahu keluarga atau teman kamu dulu, perawat atau konselor di klinik bisa memberikan informasi kepada kamu tentang layanan-layanan dukungan untuk ODHA di yang tersedia Jakarta.

Layanan konsultasi dan pengobatan HIV tersedia di seluruh klinik yang tercantum pada bagian “Dimana Kamu Bisa Tes”. Klinik lain yang juga bisa Kamu pilih untuk layanan tersebut adalah:

Klinik

  • Poliklinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito
    • Alamat:
      Jalan Kesehatan No. 1 Sekip Sinduadi Yogyakarta.
      Peta Lokasi directions
    • Waktu Pelayanan:
      Senin-Kamis 07.30-12.00
      Jum’at 07.30-10.30
      Sabtu 07.30-11.00
    • Administrasi:
      Pasien Baru Rp. 83.000
      Pasien Lama Rp. 78.000
    • Telp:
      (0274) 587333/631190 ext 276, 469
  • Klinik VCT RS Panti Rapih
    • Alamat:
      Gedung Rawat Jalan Lt. II Ruang 203. Jalan Cik Di Tiro No. 30, Yogyakarta.
      Peta Lokasi directions
    • Waktu Pelayanan:
      Senin-Jum’at 07.00-14.00
    • Telp:
      (0274) 514845 ext 332/434
  • Klinik Philia RS Bethesda
    • Alamat:
      Jalan Sudirman No. 70 Yogyakarta.
      Peta Lokasi directions
    • Waktu Pelayanan:
      Pagi (Khusus Sabtu-Minggu & Hari Libur) 10.00-12.00
      Sore 16.00-19.00
    • Telp:
      (0274) 586688/562246 ext 1234
  • Klinik Gempita RS PKU Muhammadiyah

Kelompok Dukungan Sebaya

  • VESTA
    • Alamat:
      Jalan Sukun No. 21 Pondok Karangbendo, Banguntapan, Bantul
      Peta Lokasi directions
    • Kontak Person:
      Iqbal (089672338804)
      March (087738698383)
    • Email:
      jhupiter.de.noel@gmail.com

Prosedur standar pengambilan tes HIV memerlukan penggunaan 2-3 alat tes dengan metode yang berbeda untuk menguji darah yang sama. Namun, jika test pertama, biasanya yang paling sensitif, memberikan hasil yang tidak reaktif, kamu akan menerima hasil 'NEGATIF'.

Jika hasil tes kamu 'NEGATIF', kamu akan menerima konseling tentang bagaimana cara supaya status HIV kamu tetap negatif dan menjalani kehidupan seks yang sehat, termasuk dengan melakukan tes HIV secara rutin setidaknya setiap tiga bulan sekali.

Cek/klik bagian Tetap Aman untuk menemukan berbagai informasi tentang bagaimana agar kamu tetap aktif secara seksual dan sekaligus bisa melindungi kesehatan kamu serta orang-orang yang berhubungan seks dengan kamu.

Schedule

Seringkali sulit untuk mengingat saat terakhir kali kita melakukan pemeriksaan kesehatan seksual dan kapan waktunya untuk melakukan pemeriksaan berikutnya. Demikan juga untuk mengetahui seberapa sering kita sebaiknya memeriksakan diri untuk mengetahui apakah kita memiliki infeksi menular seksual (IMS) atau tidak.

Email

Semakin sering frekuensi kamu berhubungan seks, maka semakin sering juga kamu sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan seksual untuk tes HIV dan IMS lainnya. Semua laki-laki yang biasa berhubungan seks dengan sesama laki-laki harus melakukan tes HIV setidaknya setahun sekali, dan ini juga berlaku untuk kamu yang hanya memiliki satu pasangan seks tetap. Jika kamu melakukan hubungan seks dengan selain pasangan tetap kamu, maka kamu (dan pasangan kamu) harus menjalani tes setidaknya setiap enam bulan; jika kamu (atau pasangan kamu) memiliki lebih dari satu sampai dua pasangan seks dalam sebulan, maka sebaiknya tes HIV dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Details

Klik tautan di bawah ini, dengan mengisi informasi yang diminta kamu akan menerima pengingat (reminder) gratis secara pribadi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan seksual, khususnya tes HIV. Kamu dapat memilih untuk menerima pesan pengingat tersebut melalui e-mail atau SMS.

Ingatkan Saya - Daftar

Sudah terdaftar dan ingin mengubah pengaturan sesuai dengan keinginan?

Masuk